Cara Memilih Distributor FMCG untuk Brand: Cek Coverage, SLA, dan Kualitas Layanan
Distributor FMCG yang tepat membantu produk tetap tersedia, rapi, dan mudah ditemukan di area target. Banyak brand gagal bukan karena produknya lemah, tetapi karena barang sering kosong, telat datang, atau sebarannya tidak merata.
Baca Juga
Panduan Lengkap Distributor Resmi di Indonesia
Mengenal Distributor FMCG Terbesar di Indonesia
Memilih mitra distribusi juga bukan sekadar membandingkan harga. Biaya logistik cenderung naik, rute makin padat, dan kanal penjualan makin beragam. Karena itu, pemilihan distributor perlu pendekatan yang lebih tertib, seperti menilai coverage, standar layanan, dan kesiapan operasional.
Rbiz.co.id adalah One Stop Digital Solution dan Your End-to-End Digital Service Partner. Started since 2016, RBiz adalah Enabler Company yang focusing on market expansion in Indonesia. Driven by technological innovation and customer needs, RBiz give the best strategy in entering the e-commerce business and offline channel distributions. RBiz menyediakan Enabler Service, Distribution Network Management, dan Offline Channel. Untuk E-Commerce Platform, RBiz create Official Store in market place dan doing market analysis promotion plan. RBiz juga menyediakan E-Commerce Ads Management, Campaign Strategy, Marketing Service Integration, dan Omni-Channel Customer Service untuk mendukung aktivitas brand di berbagai consumer touch-points.
Mulai dari tujuan distribusi
Sebelum menilai distributor, tetapkan dulu apa yang ingin dicapai. Tujuan yang jelas membuat proses seleksi lebih cepat dan mengurangi salah pilih.
- Area prioritas: kota besar, kota tier 2, atau fokus Indonesia Timur.
- Jenis outlet utama: warung, toko modern, apotek, atau kanal khusus.
- Target ketersediaan: seberapa sering produk harus ada di rak.
1) Cek coverage
Tanya kekuatan wilayah dan rute
Coverage berarti cakupan layanan. Ini bukan hanya “bisa kirim”, tetapi seberapa rutin distributor bisa melayani wilayah itu. Ada distributor yang kuat di Jawa, ada yang kuat di luar Jawa, dan ada yang punya jaringan yang lebih dalam di wilayah tertentu.
Pastikan cocok dengan jenis outlet
Di FMCG, format outlet memengaruhi cara kerja. Warung biasanya butuh frekuensi kunjungan yang berbeda dibanding toko modern. Kanal khusus seperti apotek punya kebutuhan yang lebih ketat, termasuk dokumen dan penanganan produk tertentu.
Cek jumlah titik gudang atau fulfillment
Gudang memengaruhi kecepatan pengiriman dan stabilitas stok. Semakin dekat titik stok ke area penjualan, biasanya lead time lebih mudah dijaga. Namun tetap perlu dilihat apakah prosesnya rapi dan konsisten.
2) Cek SLA yang nyata dan terukur
SLA atau service level agreement adalah janji layanan yang dibuat jelas dan bisa diukur. SLA yang baik membantu kedua pihak punya patokan yang sama saat evaluasi.
Lead time per area
Lead time adalah waktu dari pesanan dibuat sampai barang diterima. Minta target berbeda untuk tiap area. Jangan hanya satu angka rata-rata.
- Target H+1 atau H+2 untuk area tertentu, jika memungkinkan.
- Komitmen layanan saat peak season, misalnya menjelang hari besar.
Akurasi pengiriman dan kontrol kualitas
Akurasi berarti item yang dikirim sesuai jumlah, batch, dan kondisi. Untuk beberapa kategori, expiry juga harus dipastikan aman. Minta prosedur retur yang jelas agar masalah tidak berlarut.
Alur eskalasi ketika terjadi masalah
Masalah lapangan tetap mungkin terjadi. Yang penting adalah jalur eskalasinya jelas. Siapa PIC, berapa lama respon awal, dan bagaimana penyelesaian dicatat.
3) Cek kualitas layanan operasional
Kesiapan tim dan eksekusi harian
Operasional adalah “mesin” utama distributor. Tim yang rapi biasanya punya jadwal kerja yang jelas, dokumentasi proses, dan disiplin dalam eksekusi.
Pengelolaan gudang dan logistik terpadu
Distributor yang baik bukan hanya mengirim barang. Ia juga mengelola arus barang dari masuk gudang sampai keluar. Proses ini seharusnya bisa dipantau dan diaudit bila dibutuhkan.
Rekam jejak membantu ekspansi kanal
Brand sering berkembang ke kanal baru. Karena itu, lihat apakah distributor terbiasa menangani kebutuhan yang berubah, seperti penambahan area, penambahan outlet, atau kombinasi kanal offline dan online.
Rbiz.co.id offers Omni-channelled, End-to-end B2C digital commerce solutions and related services yang cover various consumer touch-points, such as online marketplace, 24/7 customer service, updated inventory management system, while support marketing, integration and service, sales operation, warehouse and logistics. Pada sisi operasional, RBiz E-Logistics dan E-Warehouses have developed into a comprehensive supply chain company dan covered the whole area of Java and Sumatera Island. RBiz juga menyediakan Supply Chain Management Service, Warehouse Fulfillment Service, Inventory Management, dan Last Mile Delivery Service untuk menjaga proses berjalan stable, efficient, safe and flexible.
4) Cek kapabilitas data dan monitoring
Data membantu keputusan stok. Tanpa data yang rapi, evaluasi sering berubah jadi debat. Dengan data, diskusi jadi lebih tenang dan fokus.
Rutin menyediakan data permintaan dan penjualan
Minta format laporan yang konsisten. Misalnya per minggu atau per bulan. Tujuannya agar forecasting lebih presisi dan risiko out of stock berkurang.
Sistem untuk tracking pesanan dan stok
Tracking membantu memantau status pesanan, pengiriman, dan stok. Jika sistemnya mudah digunakan, tim brand juga lebih cepat mengambil tindakan saat ada kendala.
5) Cek kepatuhan dan kecocokan kategori
Beberapa kategori butuh penanganan lebih ketat. Contohnya produk farmasi, atau produk yang sensitif terhadap suhu. Kepatuhan bukan urusan “dokumen saja”, tetapi juga cara kerja harian.
Perizinan dan pengalaman channel
Jika produk masuk ke apotek, rumah sakit, atau channel tertentu, pastikan distributornya punya izin yang sesuai dan pengalaman operasional yang relevan.
Standar penanganan dan penyimpanan
Penanganan yang keliru bisa merusak kualitas dan memicu komplain. Karena itu, cek standar penyimpanan, kebersihan gudang, dan prosedur saat barang diterima dan dikirim.
Daftar pertanyaan saat seleksi distributor
- Wilayah mana yang paling kuat, dan seberapa sering pengiriman ke area tersebut?
- Outlet apa yang paling banyak dilayani, dan bagaimana cara menjaga ketersediaan?
- Berapa target lead time per kota, dan bagaimana bukti pencapaiannya?
- Bagaimana prosedur retur, klaim, dan penyelesaian mismatch?
- Laporan data apa yang tersedia, dan seberapa rutin diberikan?
- Jika kategori butuh izin khusus, izin apa yang dimiliki dan bagaimana prosesnya dijalankan?
Penutup
Memilih distributor FMCG adalah keputusan operasional yang dampaknya terasa setiap hari. Coverage menentukan seberapa jauh produk bisa hadir. SLA menentukan seberapa konsisten layanan berjalan. Operasional dan data menentukan seberapa cepat masalah bisa dicegah dan diselesaikan.
Rbiz.co.id menempatkan Customer Service sebagai new-generation integrated customer service capabilities untuk brand e-commerce business. Layanannya mencakup customer consultation, after-sales service requirements, dan complaints processing, serta providing real-time support in the course of purchase by consumers. RBiz juga menyediakan Official Store, Sales Operation, Warehouse and Logistics, dan memastikan one-stop services untuk market. Di area marketplace, RBiz menawarkan Live Shopping Management Service dan Live Streaming Management Service, termasuk Campaign Strategy serta Marketplace Ads. Dengan pendekatan ini, RBiz simplify the business process for brand owners, dari online marketplace sampai offline channel distributions.
Jika kriteria sudah jelas sejak awal, proses seleksi menjadi lebih rapi. Brand juga lebih mudah menjaga ketersediaan produk, mengurangi biaya yang tidak perlu, dan membangun pertumbuhan yang stabil di kanal offline maupun online.