Kesalahan Strategi Omnichannel Marketing yang Bisa Menghambat Growth Bisnis
Omnichannel Marketing menjadi salah satu strategi penting dalam dunia digital saat ini, terutama bagi pelaku e-commerce dan UMKM yang ingin meningkatkan penjualan di berbagai platform. Dengan semakin banyaknya channel penjualan seperti marketplace, website, dan social commerce, bisnis dituntut mampu menghadirkan pengalaman pelanggan yang konsisten di setiap platform.
Namun, tidak sedikit brand yang sudah menggunakan banyak channel tetapi penjualannya tetap stagnan. Hal ini biasanya terjadi karena penerapan strategi omnichannel marketing belum optimal atau masih dilakukan secara parsial tanpa integrasi yang kuat.
Artikel ini akan membahas berbagai kesalahan umum dalam Omnichannel Marketing serta solusi praktis agar penjualan marketplace dapat meningkat secara signifikan.
Strategi Penargetan Audiens dan Omnichannel: Jangkau Pelanggan di Mana Pun Mereka Berada
Apa Itu Omnichannel Marketing?
Omnichannel marketing adalah strategi pemasaran yang mengintegrasikan seluruh channel komunikasi dan penjualan agar pelanggan mendapatkan pengalaman yang seamless dari awal hingga akhir proses pembelian.
Channel yang dimaksud dapat meliputi:
- Marketplace
- Website toko online
- Media sosial
- Chat commerce (WhatsApp, DM, dll)
- Offline store
Dalam praktiknya, omnichannel marketing untuk e-commerce bertujuan agar pelanggan dapat berpindah platform tanpa mengalami perbedaan informasi produk, harga, maupun layanan.
Contohnya:
- Konsumen melihat produk di Instagram
- Membaca review di marketplace
- Checkout melalui website
- Repeat order lewat WhatsApp
Jika sistem integrasi berjalan baik, peluang konversi akan meningkat.
Mengapa Omnichannel Marketing Penting untuk E-Commerce?
Perilaku konsumen digital berubah sangat cepat. Mereka tidak lagi membeli produk hanya dari satu platform, tetapi melakukan riset melalui berbagai channel.
Marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok Shop menjadi tempat utama transaksi, sementara media sosial berfungsi sebagai channel awareness.
Tanpa integrasi channel penjualan online, bisnis akan menghadapi berbagai masalah seperti:
- Stok tidak sinkron
- Harga tidak konsisten
- Data pelanggan tidak terkelola
- Strategi promosi tidak efektif
Di sinilah Omnichannel Marketing berperan untuk menghubungkan seluruh ekosistem digital bisnis.
Kesalahan Umum dalam Omnichannel Marketing
Banyak pelaku e-commerce sudah menggunakan berbagai channel, tetapi belum memahami strategi yang tepat. Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi.
1. Tidak Mengintegrasikan Semua Channel Penjualan
Kesalahan paling umum adalah membuka banyak marketplace tanpa sistem integrasi.
Akibatnya:
- Risiko overselling meningkat
- Order tidak terkontrol
- Operasional menjadi tidak efisien
Padahal integrasi inventory dan order management merupakan fondasi utama Omnichannel Marketing.
Solusi:
- Gunakan dashboard terpusat
- Integrasikan stok marketplace secara otomatis
- Gunakan tools manajemen order
2. Tidak Memahami Fungsi Setiap Platform
Setiap channel memiliki karakter berbeda.
Contoh:
- Marketplace fokus pada promo dan harga
- Website fokus pada branding
- Social media fokus pada engagement
Kesalahan strategi marketplace sering terjadi karena brand menggunakan pendekatan yang sama untuk semua platform.
Solusi:
- Buat strategi konten berbeda
- Analisis conversion rate tiap channel
- Optimasi funnel marketing
3. Branding Tidak Konsisten
Branding yang berbeda di tiap platform dapat menurunkan kepercayaan konsumen.
Masalah yang sering terjadi:
- Desain visual tidak seragam
- Tone komunikasi berbeda
- Informasi produk tidak konsisten
Padahal konsistensi branding dapat meningkatkan:
- Brand awareness
- Trust customer
- Repeat order
4. Fokus pada Traffic, Bukan Conversion
Banyak bisnis mengejar traffic tinggi tetapi melupakan optimasi konversi. Padahal conversion rate jauh lebih penting dibanding jumlah visitor.
Faktor yang memengaruhi conversion marketplace:
- Foto produk
- Copywriting
- Rating toko
- Response chat
Cara meningkatkan penjualan marketplace:
- Optimasi visual produk
- Gunakan headline benefit
- Tingkatkan pelayanan customer
5. Tidak Menggunakan Data Customer
Omnichannel marketing sangat bergantung pada data. Namun banyak UMKM belum memanfaatkan data penjualan secara maksimal.
Data penting yang sering diabaikan:
- Produk terlaris
- Waktu transaksi tertinggi
- Repeat customer rate
Padahal data tersebut dapat digunakan untuk:
- Retargeting ads
- Bundling produk
- Loyalty program

Strategi Omnichannel Marketing yang Efektif untuk Meningkatkan Penjualan
Agar strategi berjalan optimal, pelaku e-commerce perlu memahami langkah implementasi berikut.
1. Integrasi Channel Penjualan Online Secara Sistematis
Gunakan sistem yang mampu:
- Sinkronisasi stok otomatis
- Integrasi order marketplace
- Monitoring performa penjualan
Integrasi ini membantu mengurangi human error dan meningkatkan efisiensi.
2. Gunakan Customer Journey Mapping
Pahami perjalanan pelanggan dari awareness hingga purchase.
Contoh sederhana:
- Awareness → Konten sosial media
- Consideration → Review marketplace
- Conversion → Promo checkout
- Retention → Follow-up repeat order
Strategi ini membuat funnel marketing lebih terarah.
3. Optimasi Produk Marketplace
Optimasi listing sangat penting dalam omnichannel marketing untuk e-commerce.
Elemen yang harus diperhatikan:
- Judul produk SEO
- Foto HD
- Deskripsi berbasis manfaat
- Keyword relevan
Optimasi ini membantu meningkatkan visibilitas produk.
4. Gunakan Automation Marketing
Automation membantu bisnis lebih scalable.
Contoh automation:
- Broadcast promo otomatis
- Follow-up chat
- Reminder repeat order
Automation membuat operasional lebih efisien.
5. Bangun Database Customer
Marketplace penting, tetapi brand tetap harus memiliki database pelanggan sendiri.
Cara membangun database:
- Insert voucher repeat order
- Gunakan landing page
- Program membership
Database customer adalah aset jangka panjang bisnis digital.
Checklist Strategi Omnichannel Marketing (Featured Snippet)
Langkah dasar Omnichannel Marketing untuk e-commerce:
- Integrasi semua channel penjualan
- Konsistensi branding
- Optimasi conversion marketplace
- Analisis data customer
- Automation marketing
- Database pelanggan
Checklist ini dapat menjadi panduan praktis untuk pelaku UMKM digital.
Peran Enabler dalam Implementasi Omnichannel Marketing
Tidak semua bisnis memiliki tim digital yang lengkap. Banyak UMKM masih mengelola marketplace secara manual sehingga strategi omnichannel tidak berjalan maksimal.
Di sinilah peran enabler e-commerce menjadi penting.
Enabler membantu:
- Integrasi marketplace
- Strategi performance marketing
- Optimasi conversion rate
- Pengelolaan operasional digital
Enabler Rbiz hadir sebagai partner strategis bagi brand yang ingin mengembangkan sistem Omnichannel Marketing secara lebih terstruktur.
Dengan pendekatan berbasis data dan strategi marketplace yang tepat, Rbiz membantu pelaku bisnis meningkatkan performa penjualan tanpa harus membangun tim besar dari awal.
FAQ Seputar Omnichannel Marketing
1. Apa itu Omnichannel Marketing?
Omnichannel Marketing adalah strategi pemasaran yang mengintegrasikan semua channel penjualan untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang konsisten.
2. Apa perbedaan omnichannel dan multichannel?
Multichannel hanya menggunakan banyak platform, sedangkan omnichannel mengintegrasikan seluruh platform tersebut.
3. Apakah omnichannel marketing cocok untuk UMKM?
Ya, karena membantu UMKM meningkatkan efisiensi operasional dan konversi penjualan.
4. Bagaimana cara meningkatkan penjualan marketplace dengan omnichannel?
Dengan integrasi sistem, optimasi listing produk, penggunaan data customer, dan automation marketing.
5. Apa kesalahan strategi marketplace yang paling sering terjadi?
Tidak adanya integrasi stok dan penggunaan strategi yang sama di semua platform.
Kesimpulan
Omnichannel Marketing bukan sekadar hadir di banyak platform, tetapi bagaimana mengintegrasikan seluruh channel agar bekerja secara optimal. Kesalahan seperti tidak adanya integrasi sistem, branding tidak konsisten, serta tidak memanfaatkan data customer sering menjadi penyebab penjualan tidak maksimal.
Dengan menerapkan strategi omnichannel marketing yang tepat dan memahami integrasi channel penjualan online, pelaku e-commerce dan UMKM digital dapat meningkatkan performa bisnis secara berkelanjutan.
Jika Anda ingin mempercepat implementasi omnichannel secara lebih terstruktur, bekerja sama dengan enabler seperti Rbiz dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan penjualan marketplace dan memperkuat pertumbuhan bisnis digital Anda.
