Apa Itu FMCG dan Mengapa Distribusinya Lebih Rumit dari yang Terlihat
Distribusi FMCG sering dianggap sekadar memindahkan barang dari gudang ke toko. Pandangan ini wajar, karena yang terlihat oleh pembeli memang hanya rak yang terisi dan produk yang bisa langsung dibeli.
Namun di balik rak itu, ada rangkaian kerja yang panjang. Sejak 2016, RBiz berjalan sebagai Enabler Company yang fokus pada market expansion in Indonesia. Kami bekerja untuk masuk ke e-commerce business dan offline channel distributions, lalu menjaga operasinya tetap rapi ketika produk harus bergerak cepat. Di lapangan, kami terbiasa mengelola E-Commerce Platform sebagai Official Store, menjalankan Distribution Network Management untuk Offline Channel, dan menjaga arus kerja melalui warehouse and logistics, Supply Chain Management Service, serta Customer Service. Skala kerja kami juga terbentuk dari kolaborasi lintas ekosistem, mulai dari Fulfillment Center, Partners, Cities, hingga Brands.
Baca juga insight distribusi lainnya
Cara Memilih Distributor FMCG untuk Brand: Cek Coverage, SLA, dan Kualitas Layanan
Select Apa Itu Distributor FMCG dan Perannya di Indonesia
Artikel ini mengajak Anda memahami FMCG dari dasar, lalu melihat kenapa distribusinya terlihat sederhana tetapi cepat menjadi rumit. Contohnya akan dibuat dekat dengan konteks Indonesia, karena pola belanja, kanal penjualan, dan kebiasaan promosi di sini punya ciri khas sendiri.
Memahami FMCG dengan bahasa sederhana
FMCG adalah singkatan dari fast-moving consumer goods. Artinya, barang konsumsi yang perputarannya cepat. Produk ini dibeli berulang, harganya relatif terjangkau, dan biasanya habis dipakai dalam waktu singkat.
Contoh FMCG yang dekat dengan kehidupan sehari-hari
Kalau Anda masuk minimarket atau supermarket, sebagian besar barang yang Anda lihat adalah FMCG. Misalnya:
- Makanan dan minuman kemasan
- Produk perawatan tubuh seperti sabun dan sampo
- Kosmetik yang dipakai rutin
- Kebutuhan rumah tangga seperti detergen dan pembersih
- Barang sehari-hari yang umum ditemukan di grocery store
Karena dibeli sering, FMCG bergantung pada dua hal: barang harus tersedia, dan barang harus mudah dijangkau. Ini terdengar sederhana. Tapi ketika mulai dihitung di banyak kota, banyak toko, dan banyak kanal penjualan, masalahnya bertambah cepat.
Istilah penting yang perlu didefinisikan sejak awal
Supaya pembahasannya jelas, berikut beberapa istilah yang sering muncul saat membicarakan FMCG dan distribusi:
- Supply chain: alur dari bahan baku, produksi, penyimpanan, sampai barang diterima pembeli.
- Distributor: pihak yang membantu menyalurkan produk dari produsen ke toko, kanal, atau pelanggan.
- Channel distribusi: jalur penjualan, seperti toko fisik, retail chain, wholesaler, sampai marketplace.
- Outbound logistics: aktivitas mengirim produk jadi ke titik penjualan atau ke pelanggan.
Gambaran besar supply chain FMCG
Dalam FMCG, produsen jarang bekerja sendirian. Produsen membutuhkan bahan baku, kemasan, dan komponen lain. Banyak yang datang dari supplier yang berbeda. Ada yang berupa pabrik, ada yang berupa farm, dan ada juga yang didapat lewat wholesaler pada kondisi tertentu.
Di hulu: banyak bahan, banyak pemasok
Semakin banyak komponen, semakin banyak pihak yang terlibat. Untuk FMCG tertentu, satu produk bisa punya banyak komponen. Dampaknya terasa di jadwal produksi dan ketersediaan barang. Kalau satu komponen terlambat, barang jadi ikut tertahan.
Di Indonesia, tantangannya sering bertambah karena jarak, cuaca, dan variasi lokasi pemasok. Ada pemasok yang dekat kawasan industri. Ada juga yang tersebar. Saat produk harus tetap cepat, setiap keterlambatan kecil terasa besar.
Di hilir: produk harus bergerak lewat banyak jalur
Setelah produk jadi, tantangan berikutnya adalah menyalurkan produk ke pasar. Banyak produsen memakai beberapa jalur sekaligus. Secara umum, jalurnya bisa meliputi:
- Toko fisik milik produsen sendiri untuk kategori tertentu
- Retail chains atau jaringan ritel besar
- Wholesaler yang membeli dalam jumlah besar lalu memasok toko kecil
- Penjualan langsung melalui situs atau kanal digital
- Marketplace sebagai tempat transaksi dan penemuan produk
Jika ingin melihat gambaran bagaimana sebagian brand mendorong penjualan langsung ke konsumen, Anda bisa membaca penjelasan McKinsey tentang keputusan CPG untuk go direct to consumer dan peran marketplace dalam distribusi back-end. panduan strategi direct-to-consumer untuk CPG.
Mengapa distribusi FMCG cepat menjadi kompleks
Kompleks itu bukan berarti selalu “sulit”. Kompleks berarti banyak bagian yang saling terhubung. Ketika satu bagian berubah, bagian lain ikut terdorong berubah.
1 Banyak channel berarti banyak aturan main
Setiap channel punya kebutuhan sendiri. Retail chain biasanya meminta jadwal kirim dan standar operasional tertentu. Toko kecil punya pola belanja berbeda. Marketplace punya ritme kampanye sendiri. Penjualan langsung punya tuntutan layanan pelanggan yang lebih intens karena pembeli berkomunikasi langsung.
Karena itu, distribusi FMCG sering seperti mengelola beberapa “toko” sekaligus, meski produknya sama. Dan setiap toko punya cara kerja yang tidak persis sama.
2 Fleksibilitas kerja sama jadi kunci
Produsen FMCG umumnya harus fleksibel dalam syarat kerja sama dengan partner. Ini bisa menyangkut jadwal, volume, cara pengemasan, sampai metode pengiriman. Dalam skala Indonesia, fleksibilitas ini penting karena kondisi antar kota tidak sama, dan kemampuan logistik juga bervariasi.
Di titik ini, konsep omni-channel sering muncul. Omni-channel artinya mengelola banyak kanal penjualan dalam satu pendekatan yang terhubung. Bukan sekadar hadir di banyak kanal, tetapi membuat alurnya nyambung.
Dalam pekerjaan kami sebagai ecommerce enabler, kami terbiasa memadukan banyak touch-points agar merek tetap konsisten. RBiz menawarkan Omni-channelled, End-to-end B2C digital commerce solutions yang mencakup online marketplace, 24/7 Customer Service, serta updated inventory management system. Kami juga menjalankan sales operation, support marketing, integration and service, dan menjaga warehouse and logistics agar layanan tetap stable, efficient, safe, dan flexible. Untuk kebutuhan offline, kami menjalankan Distribution Network Management pada Offline Channel, sehingga produk bisa bergerak bukan hanya di kanal digital, tetapi juga di RETAIL, MODERN & GENERAL TRADE, bahkan HORECA dan saluran lain yang relevan di ekosistem.
3 Kecepatan perputaran membuat stok jadi isu besar
FMCG bergerak cepat, sehingga stok harus dijaga. Kalau stok kosong, konsumen biasanya tidak menunggu. Mereka memilih merek lain. Di sisi lain, stok berlebih juga berisiko, karena biaya penyimpanan naik dan produk bisa menumpuk.
Karena itu, perencanaan persediaan dan pengelolaan gudang menjadi bagian dari distribusi, bukan sekadar urusan belakang layar.
4 Permintaan mudah berubah karena promosi dan momen tertentu
Di Indonesia, pola permintaan FMCG sering dipengaruhi momen tertentu. Misalnya musim liburan, periode gajian, atau kampanye marketplace. Saat permintaan naik mendadak, distribusi harus mampu mengejar. Saat permintaan turun, stok perlu disesuaikan.
Untuk memahami definisi FMCG secara ringkas, termasuk contoh kategori dan sifat perputaran yang tinggi, Anda juga bisa merujuk ke penjelasan Corporate Finance Institute tentang fast-moving consumer goods. definisi FMCG dan contoh produknya.
Jembatan ke pembahasan lanjutan
Sampai di sini, Anda sudah punya fondasi untuk memahami FMCG dan gambaran besarnya. Langkah berikutnya adalah melihat bagian-bagian yang biasanya menjadi sumber masalah di supply chain FMCG, lalu belajar cara mengelolanya secara praktis.
Topik yang biasanya dibahas setelah ini
Dalam seri artikel lanjutan, pembahasan biasanya bergerak ke hal-hal berikut:
- Jumlah supplier dan komponen yang tinggi, serta dampaknya pada kelancaran produksi
- Perbedaan kebutuhan transportasi untuk kategori tertentu, terutama food
- Multi-channel distribution dan efeknya pada desain operasi
- Minimum order quantity dan bagaimana pengaruhnya pada level layanan
- Shelf life, expiry date, dan kebutuhan FIFO dalam manajemen stok
- Local version produk, variasi kemasan, dan kompleksitas SKU
- Peran marketplace dan perubahan proses distribusi
- Customization sederhana seperti labeling yang bisa mengubah alur kerja
Daftar ini berguna sebagai peta belajar. Anda bisa memilih mana yang paling relevan untuk industri dan jalur distribusi yang sedang dipakai.
Penutup
Distribusi FMCG terlihat mudah karena hasil akhirnya sederhana: barang ada di rak dan bisa dibeli. Namun proses di belakangnya menuntut koordinasi yang rapi. FMCG bergerak cepat, melibatkan banyak pemasok, dan memakai banyak jalur penjualan. Karena itu, distribusi FMCG cepat menjadi kompleks ketika skala mulai naik.
Di RBiz distributor resmi, kami terbiasa bekerja dalam ekosistem FMCG. Kami memulai sejak 2016 dengan fokus pada market expansion in Indonesia, lalu membantu brand masuk ke e-commerce business dan offline channel distributions. Dalam prosesnya, kami menjalankan Online Store and Shopping Site Operation sebagai business partner untuk principal, dengan dedicated operation team yang melakukan analyst dan innovation. Kami juga mengikuti alur kerja yang jelas, dari Principal delivering Goods to Rbiz Warehouse, pengaturan SKU ke system, pembuatan Official Store di market place, penanganan order oleh Customer Service, Packaging di warehouse, sampai Courier take delivering goods to customers dan After sales service. Untuk kategori yang membutuhkan kepatuhan lebih tinggi, RBiz juga certified as PBF atau Pedagang Besar Farmasi sejak Oct 2023. Semua ini membantu distribusi terasa lebih tertata ketika produk FMCG harus bergerak cepat di banyak kanal.