Strategi Retargeting Ads Setelah Ramadan untuk Meningkatkan ROI Penjualan Online

Single Post

Masa libur Lebaran telah usai, tetapi tantangan baru bagi pemilik bisnis e-commerce justru baru dimulai. Banyak pelaku usaha mengalami penurunan trafik dan konversi setelah masa panen belanja berakhir. Di sinilah strategi retargeting ads setelah Ramadan menjadi sangat krusial untuk menjaga momentum bisnis agar tidak merosot tajam.

Retargeting bukan sekadar menampilkan iklan kembali kepada orang yang pernah berkunjung. Ini adalah upaya strategis untuk “menjemput” calon pembeli yang sempat ragu atau tertunda transaksinya karena kesibukan selama hari raya. Dengan pendekatan yang tepat, Anda bisa mengubah keranjang belanja yang ditinggalkan menjadi profit yang nyata.

Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana Anda bisa mengoptimalkan anggaran iklan pasca peak season melalui teknik remarketing yang efektif. Mari kita bedah langkah demi langkah untuk memastikan ROI Anda tetap stabil bahkan setelah euforia belanja berlalu.

7 Kesalahan Digital Marketing yang Sering Dilakukan UMKM Saat Peak Season

Mengapa Retargeting Iklan Setelah Ramadan Sangat Penting?

Setelah periode Ramadan dan Lebaran, perilaku konsumen biasanya mengalami perubahan drastis. Jika sebelumnya mereka sangat impulsif karena adanya THR, kini mereka cenderung lebih selektif dalam membelanjakan sisa uang mereka.

Menerapkan strategi retargeting ads setelah Ramadan membantu Anda tetap relevan di mata audiens tanpa harus mengeluarkan biaya akuisisi pelanggan baru yang mahal. Mengingatkan kembali audiens yang sudah mengenal brand Anda jauh lebih efisien daripada mencari audiens dingin (cold audience).

Selain itu, algoritma platform iklan seperti Meta Ads dan Google Ads memerlukan data yang berkelanjutan. Berhenti beriklan secara total setelah peak season hanya akan membuat skor relevansi akun Anda menurun saat ingin memulai kampanye baru nantinya.

Langkah Strategis Optimasi Iklan Digital Pasca Ramadan

Untuk mendapatkan hasil maksimal, Anda tidak bisa menggunakan konten yang sama dengan masa promo Lebaran. Berikut adalah beberapa langkah optimasi iklan digital pasca Ramadan yang bisa Anda terapkan segera:

1. Segmentasi Remarketing Audience E-commerce

Jangan memukul rata semua pengunjung website atau toko online Anda. Bagi audiens Anda ke dalam beberapa kategori spesifik untuk personalisasi yang lebih baik:

  • Abandon Cart: Mereka yang sudah memasukkan produk ke keranjang tapi belum bayar.
  • Product Viewers: Mereka yang melihat produk tertentu lebih dari 3 kali.
  • Past Buyers: Pelanggan yang membeli saat Ramadan dan berpotensi melakukan pembelian ulang (repeat order).
  • High Engagement: Audiens yang aktif berinteraksi dengan konten media sosial Anda selama bulan puasa.

2. Mengubah Angle Pesan dan Visual

Pesan “Promo Lebaran” sudah tidak relevan lagi. Ubah komunikasi Anda menjadi tema “Self-Reward Pasca Mudik” atau “Kembali Produktif Setelah Liburan”. Visual yang segar dan bersih menjadi salah satu strategi retargeting ads setelah Ramadan yang lebih menarik perhatian dibandingkan visual bertema Ramadan yang mulai terasa membosankan bagi audiens.

3. Penawaran Loyalitas untuk Pelanggan Lama

Gunakan data remarketing audience e-commerce Anda untuk memberikan diskon khusus bagi mereka yang sudah berbelanja sebelumnya. Program loyalitas atau voucherWelcome Back” bisa menjadi pemacu motivasi bagi mereka untuk bertransaksi kembali di toko Anda.

Strategi Retargeting Marketplace untuk UMKM

Bagi pelaku UMKM yang fokus pada marketplace seperti Shopee atau Tokopedia, strategi retargeting ads setelah Ramadan dalam marketplace memiliki mekanisme yang sedikit berbeda namun tetap efektif. Anda bisa memanfaatkan fitur internal marketplace untuk menjangkau kembali calon pembeli.

Manfaatkan fitur “Broadcast Chat” atau “Iklan Shopee/Tokopedia” yang menargetkan pengunjung toko dalam 30 hari terakhir. Fokuslah pada produk-produk yang bersifat konsumsi jangka panjang atau produk baru yang baru saja diluncurkan setelah masa libur usai.

Ingatlah bahwa persaingan di marketplace tetap tinggi meskipun peak season telah lewat. Pastikan foto produk Anda menonjol dan ulasan dari pembeli saat Ramadan ditampilkan sebagai bukti sosial (social proof) yang kuat untuk membangun kepercayaan.

 

Cara Meningkatkan ROI Iklan Digital di Masa Low Season

Banyak pebisnis bertanya-tanya tentang cara meningkatkan ROI iklan digital ketika daya beli masyarakat dianggap sedang menurun. Kuncinya bukan pada besarnya anggaran, melainkan pada efisiensi penargetan.

Fokus pada Produk dengan Margin Tinggi

Saat trafik menurun, pastikan setiap konversi yang terjadi memberikan keuntungan yang maksimal. Prioritaskan budget retargeting untuk produk-produk dengan margin keuntungan besar atau produk yang paling banyak dicari (best-seller).

Gunakan Dynamic Product Ads (DPA)

Gunakan fitur iklan dinamis yang secara otomatis menampilkan produk yang sebelumnya dilihat oleh calon pembeli. Teknologi ini sangat efektif dalam strategi iklan setelah peak season karena sifatnya yang sangat personal dan relevan dengan minat individu.

Lakukan A/B Testing secara Berkala

Jangan hanya mengandalkan satu jenis materi iklan. Lakukan pengujian antara format video pendek, karosel, maupun gambar tunggal. Lihat format mana yang memberikan biaya per konversi terendah dan segera skalakan (scale-up) pada format tersebut.

Mengatasi Penurunan Performa dengan Strategi Iklan Setelah Peak Season

Penurunan performa iklan setelah periode sibuk adalah hal yang wajar, namun jangan dibiarkan berlarut-larut. Anda perlu melakukan pembersihan data dan evaluasi terhadap audiens yang tidak lagi responsif.

Jika sebuah audiens tidak melakukan konversi setelah terpapar iklan berkali-kali (ad fatigue), segera ganti kreatif iklan Anda atau perluas kriteria audiens tersebut. Strategi retargeting ads setelah Ramadan yang sukses membutuhkan ketelitian dalam membaca data analitik setiap harinya.

Pastikan juga landing page Anda memiliki kecepatan loading yang optimal. Banyak calon pembeli membatalkan niatnya hanya karena website yang lambat, yang berujung pada pemborosan anggaran iklan tanpa hasil yang nyata.

Maksimalkan Bisnis Anda Bersama Enabler Rbiz

Mengelola strategi periklanan yang kompleks sembari mengurus operasional bisnis tentu bukan hal yang mudah bagi pelaku UMKM maupun pemilik brand besar. Terkadang, Anda membutuhkan mitra ahli yang memahami seluk-beluk ekosistem digital secara mendalam.

Enabler Rbiz hadir sebagai solusi komprehensif untuk membantu bisnis Anda tumbuh lebih pesat di berbagai platform e-commerce dan digital marketing. Dengan tim profesional yang berpengalaman, Rbiz dapat membantu Anda menyusun strategi retargeting yang presisi, mengelola toko di marketplace, hingga optimasi iklan yang berorientasi pada hasil. Serahkan urusan teknis digital Anda kepada Rbiz, agar Anda bisa lebih fokus pada pengembangan produk dan visi besar bisnis Anda.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Berapa lama durasi ideal untuk retargeting setelah Ramadan?

Idealnya, lakukan retargeting intensif selama 14 hingga 30 hari setelah hari raya. Ini adalah masa di mana konsumen mulai kembali ke rutinitas normal dan memiliki kebutuhan baru untuk menunjang aktivitas mereka.

2. Apakah biaya retargeting lebih mahal daripada iklan biasa?

Secara biaya per klik (CPC), retargeting terkadang lebih tinggi. Namun, secara biaya per akuisisi (CPA) dan ROI, retargeting biasanya jauh lebih menguntungkan karena menargetkan orang yang sudah memiliki niat beli (intent).

3. Format iklan apa yang paling efektif untuk strategi retargeting?

Format Dynamic Product Ads (DPA) dan Video Testimonial biasanya memberikan hasil terbaik dan menjadi strategi retargeting ads setelah Ramadan yang ampuh, di mana DPA menunjukkan produk spesifik yang diminati, sementara testimonial membangun kepercayaan ulang pasca transaksi besar di bulan Ramadan.

4. Mengapa ROI iklan saya justru turun saat melakukan retargeting?

Hal ini bisa terjadi karena adanya ad fatigue (audiens bosan melihat iklan yang sama) atau penawaran yang kurang menarik. Pastikan Anda selalu memperbarui visual dan memberikan insentif tambahan seperti gratis ongkir atau diskon kecil.

Kesimpulan

Menerapkan strategi retargeting ads setelah Ramadan adalah langkah krusial untuk menjaga kelangsungan bisnis di tengah fluktuasi pasar. Dengan melakukan segmentasi audiens yang tepat, memperbarui pesan kreatif, dan terus melakukan optimasi berdasarkan data, Anda tidak hanya bisa mempertahankan ROI, tetapi juga meningkatkan loyalitas pelanggan dalam jangka panjang.

Jangan biarkan data kunjungan selama Ramadan terbuang sia-sia. Mulailah kampanye remarketing Anda hari ini dan lihat bagaimana bisnis Anda tetap bersinar meski musim liburan telah usai.

Ingin optimasi iklan Anda ditangani oleh ahlinya? Hubungi tim Enabler Rbiz sekarang untuk konsultasi strategi digital marketing yang lebih efektif!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *