
Produk Makanan dan Minuman Terlaris di E-commerce Indonesia 2026
Belanja makanan dan minuman secara online semakin menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Indonesia. Tidak hanya membeli camilan atau minuman kekinian, konsumen kini juga mulai memanfaatkan e-commerce untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, minyak goreng, hingga air mineral. Perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya nilai transaksi kategori makanan dan minuman di berbagai marketplace. Berdasarkan SWA.co.id yang [...]
Belanja makanan dan minuman secara online semakin menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Indonesia. Tidak hanya membeli camilan atau minuman kekinian, konsumen kini juga mulai memanfaatkan e-commerce untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, minyak goreng, hingga air mineral.
Perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya nilai transaksi kategori makanan dan minuman di berbagai marketplace. Berdasarkan SWA.co.id yang mengutip dari Compas.co.id penjualan produk makanan dan minuman melalui e-commerce Indonesia mencapai Rp20,6 triliun sepanjang semester I 2026. Angka ini meningkat sekitar 52% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa e-commerce semakin berperan dalam memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga. Lantas, produk makanan dan minuman apa saja yang paling banyak menghasilkan penjualan di marketplace Indonesia pada 2026?
7 Trik Psikologi Konsumen agar Jualan Online Laris Setiap Hari
Produk Makanan dan Minuman Terlaris Tembus Rp20,6 Triliun
Pasar makanan dan minuman atau Food & Beverages (F&B) menjadi salah satu kategori yang mengalami pertumbuhan kuat di e-commerce Indonesia.
Dalam laporan Compas.co.id, nilai penjualan kategori ini mencapai Rp20,6 triliun selama Januari-Juni 2026. Jumlah tersebut meningkat dari sekitar Rp13,6 triliun pada semester I 2025.
Tidak hanya nilai transaksi, volume barang yang terjual juga mengalami peningkatan sekitar 33% secara tahunan. Artinya, pertumbuhan pasar tidak hanya dipengaruhi kenaikan harga sejumlah produk, tetapi juga meningkatnya jumlah barang yang dibeli konsumen.
Salah satu faktor yang menarik adalah pergeseran kebiasaan belanja masyarakat. E-commerce yang sebelumnya banyak digunakan untuk membeli produk sekunder dan kebutuhan gaya hidup, kini semakin dipertimbangkan sebagai alternatif untuk mendapatkan bahan pangan dan kebutuhan dapur.
Kondisi ini membuka peluang bagi berbagai pelaku usaha, mulai dari produsen makanan, distributor minuman, pemilik brand lokal, hingga seller yang menjual produk kebutuhan sehari-hari.

10 Produk Makanan dan Minuman dengan Nilai Penjualan Tertinggi di E-commerce Indonesia
Berdasarkan SWA.co.id mengambil dari data Compas.co.id untuk kuartal I 2026, terdapat sejumlah jenis produk makanan dan minuman yang mencatat nilai penjualan besar melalui Shopee, ShopTokopedia, Lazada, dan Blibli.
Menariknya, produk yang mendominasi daftar ini tidak hanya berupa camilan atau makanan praktis. Kebutuhan pokok dan bahan dapur juga memiliki kontribusi besar.
Berikut daftarnya.
1. Keripik dan Kerupuk
Keripik dan kerupuk menempati posisi pertama dengan nilai penjualan sekitar Rp925 miliar pada kuartal I 2026.
Produk camilan ini memiliki pasar yang luas karena dapat dikonsumsi dalam berbagai kesempatan. Pilihan rasanya pun semakin beragam, mulai dari rasa original, pedas, gurih, hingga varian dengan bumbu kekinian.
Bagi brand makanan, kategori ini menawarkan peluang untuk mengembangkan produk dengan diferensiasi rasa, ukuran kemasan, dan konsep pemasaran yang menarik.
2. Biskuit dan Kue Kering
Di posisi kedua terdapat biskuit dan kue kering dengan nilai penjualan sekitar Rp482 miliar.
Produk ini memiliki karakteristik sebagai makanan ringan yang dapat dikonsumsi sehari-hari maupun dijadikan sajian untuk berbagai acara. Permintaan juga dapat meningkat pada momen tertentu, seperti Ramadan, Lebaran, dan perayaan lainnya.
Ketersediaan pilihan kemasan serta variasi produk membuat kategori ini tetap menarik di pasar online.
3. Minyak Goreng
Minyak goreng mencatat nilai penjualan sekitar Rp434 miliar pada kuartal I 2026.
Berbeda dengan produk camilan, minyak goreng merupakan kebutuhan dapur yang dibeli secara rutin. Konsumen biasanya mempertimbangkan harga, ukuran kemasan, merek, dan kemudahan pengiriman sebelum melakukan pembelian.
Besarnya nilai penjualan kategori ini menunjukkan bahwa produk kebutuhan pokok juga memiliki potensi besar di marketplace.
4. Cokelat
Cokelat menempati posisi berikutnya dengan nilai penjualan sekitar Rp364 miliar
Produk ini memiliki pasar yang cukup beragam, mulai dari konsumen yang membeli untuk konsumsi pribadi hingga mereka yang mencari cokelat sebagai hadiah.
Perkembangan varian rasa, bentuk produk, dan kemasan juga membuat kategori cokelat memiliki ruang untuk terus berinovasi.
5. Beras
Beras mencatat nilai penjualan sekitar Rp359 miliar.
Sebagai salah satu bahan pangan utama masyarakat Indonesia, beras memiliki permintaan yang relatif rutin. Kehadirannya dalam daftar produk dengan nilai penjualan tinggi memperlihatkan bahwa konsumen mulai mempertimbangkan marketplace untuk membeli kebutuhan pokok rumah tangga.
Namun, penjualan produk seperti beras juga berkaitan erat dengan faktor berat barang, ongkos kirim, ketersediaan stok, dan jangkauan distribusi.
6. Kacang-kacangan
Produk kacang-kacangan mencatat nilai penjualan sekitar Rp332 miliar.
Kategori ini mencakup berbagai produk, mulai dari kacang untuk camilan hingga bahan makanan. Konsumen juga memiliki banyak pilihan berdasarkan jenis, rasa, dan ukuran kemasan.
Bagi pelaku usaha, produk kacang-kacangan dapat dikembangkan melalui variasi rasa, kemasan praktis, maupun paket bundling.
7. Makanan Siap Saji
Makanan siap saji menghasilkan nilai penjualan sekitar Rp302 miliar.
Produk ini menarik bagi konsumen yang membutuhkan pilihan makanan praktis. Bentuknya dapat berupa makanan siap konsumsi maupun produk yang hanya membutuhkan proses pemanasan atau penyajian sederhana.
Kebutuhan akan kepraktisan menjadi salah satu peluang bagi brand untuk menghadirkan produk yang mudah disimpan, dikirim, dan disiapkan.
8. Mi dan Pasta Instan
Mi dan pasta instan juga mencatat nilai penjualan sekitar Rp302 miliar.
Produk ini dikenal praktis dan memiliki pasar yang luas. Selain varian reguler, konsumen juga dapat menemukan berbagai pilihan rasa, ukuran, dan paket pembelian.
Kehadiran produk mi dan pasta instan di marketplace memberikan alternatif bagi konsumen untuk membeli kebutuhan stok makanan tanpa harus selalu datang ke toko fisik.
9. Makanan Kering
Makanan kering mencatat nilai penjualan sekitar Rp245 miliar.
Kategori ini memiliki keunggulan dari sisi penyimpanan dan distribusi karena sejumlah produknya tidak memerlukan penanganan khusus seperti makanan segar.
Jenis produk, daya tahan, dan kemasan menjadi beberapa faktor yang dapat memengaruhi daya tariknya di marketplace.
10. Buah-buahan
Melengkapi daftar sepuluh besar, buah-buahan mencatat nilai penjualan sekitar Rp234 miliar.
Penjualan buah secara online menunjukkan bahwa marketplace juga mulai dimanfaatkan untuk mendapatkan produk pangan yang membutuhkan perhatian lebih dalam proses penyimpanan dan pengiriman.
Kondisi produk ketika diterima konsumen menjadi faktor penting. Karena itu, pengemasan dan kecepatan distribusi perlu diperhatikan oleh penjual yang bergerak di kategori ini.
Catatan: Seluruh angka di atas merupakan nilai penjualan pada kuartal I 2026, bukan jumlah unit produk yang terjual.
Air Mineral dan Minyak Goreng Menjadi Produk dengan Pertumbuhan Tertinggi
Selain melihat produk berdasarkan nilai penjualan, perkembangan kategori F&B juga menarik jika dilihat dari pertumbuhan nilai transaksi selama semester I 2026.
Dalam riset Compas.co.id, air mineral menjadi produk dengan pertumbuhan nilai penjualan tertinggi, yaitu mencapai 219% dibandingkan semester I 2025.
Berikutnya, minyak goreng tumbuh sekitar 123%, permen 121%, dan camilan manis 100%.
Sejumlah produk lain juga mengalami pertumbuhan yang cukup kuat, seperti:
- Teh: tumbuh 97%.
- Mi instan dan pasta: tumbuh 91%.
- Minuman nutrisi: tumbuh dengan persentase yang signifikan.
- Gula: tumbuh 79%.
- Kopi: tumbuh 75%.
- Paket makanan dan minuman atau gift set: turut masuk dalam kelompok produk dengan pertumbuhan tinggi.
Data tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan harian masih menjadi salah satu pendorong utama transaksi makanan dan minuman secara online.
Menariknya, air mineral yang merupakan produk konsumsi sehari-hari justru mencatat pertumbuhan tertinggi. Hal ini memperlihatkan bahwa peluang e-commerce tidak hanya berada pada produk yang sedang viral, tetapi juga pada barang yang dibutuhkan konsumen secara rutin.
Shopee dan ShopTokopedia Mendominasi Penjualan F&B Online
Pertumbuhan penjualan makanan dan minuman juga tidak terlepas dari peran platform marketplace.
Shopee menguasai sekitar 59% nilai penjualan kategori F&B selama semester I 2026. ShopTokopedia berada di posisi berikutnya dengan kontribusi sekitar 39%.
Sementara itu, Lazada dan Blibli masing-masing memiliki pangsa di bawah 1%.
Jika dilihat dari jenis toko, reseller atau non-official store menyumbang sekitar 77% nilai penjualan F&B, sedangkan official store berkontribusi sekitar 23%.
Temuan ini menunjukkan bahwa peluang penjualan produk makanan dan minuman tidak hanya dimiliki oleh pemilik merek atau produsen besar. Reseller juga memiliki peran penting dalam mendistribusikan produk kepada konsumen melalui marketplace.
Bagi pelaku usaha, memahami karakteristik setiap platform menjadi bagian penting dalam menentukan strategi penjualan. Mulai dari pengelolaan katalog, harga, promosi, hingga pelayanan pesanan perlu disesuaikan dengan perilaku konsumen di masing-masing kanal.
Apa yang Membuat Produk Makanan dan Minuman Laris di Marketplace?
Melihat daftar produk dengan nilai penjualan tertinggi, terdapat beberapa karakteristik yang dapat menjadi perhatian bagi brand dan seller F&B.
1. Memiliki kebutuhan pasar yang jelas
Produk seperti beras, minyak goreng, air mineral, dan mi instan memiliki pasar yang luas karena berkaitan dengan kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Permintaan yang berulang dapat menjadi peluang bagi seller untuk membangun pelanggan tetap.
2. Kemasan praktis dan menarik
Kemasan bukan hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan pembelian.
Ukuran yang praktis, informasi produk yang jelas, dan desain yang menarik dapat membantu produk tampil lebih menonjol di antara banyak pilihan marketplace.
3. Memiliki harga dan pilihan paket yang kompetitif
Konsumen online cenderung membandingkan harga sebelum membeli. Karena itu, seller dapat menawarkan beberapa pilihan ukuran, paket bundling, atau pembelian dalam jumlah tertentu agar lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Namun, strategi harga tetap perlu memperhitungkan biaya operasional dan margin keuntungan.
4. Didukung ulasan dan konten yang meyakinkan
Foto produk, video penggunaan, ulasan pembeli, dan informasi komposisi dapat membantu calon konsumen memahami produk sebelum melakukan transaksi.
Untuk produk makanan dan minuman, informasi seperti berat bersih, tanggal kedaluwarsa, komposisi, serta cara penyimpanan juga penting ditampilkan dengan jelas.
Peluang Bisnis F&B Membutuhkan Pengelolaan Operasional yang Baik
Pertumbuhan penjualan makanan dan minuman di marketplace memberikan peluang bagi brand untuk memperluas jangkauan pasar. Namun, meningkatnya transaksi juga membawa tantangan dalam pengelolaan bisnis.
Produk dengan permintaan tinggi perlu didukung oleh ketersediaan stok yang terpantau. Seller juga harus memastikan proses penyimpanan, pengemasan, dan pengiriman berjalan dengan baik, terutama untuk produk yang memiliki batas waktu konsumsi atau membutuhkan penanganan tertentu.
Selain itu, penjualan melalui beberapa marketplace membuat pengelolaan pesanan dan inventaris menjadi lebih kompleks. Tanpa sistem operasional yang terorganisasi, peningkatan jumlah pesanan justru dapat memicu keterlambatan pengiriman, kesalahan stok, hingga pengalaman
