5 Brand Skincare Terlaris di Marketplace Indonesia 2026

5 Brand Skincare Terlaris di Marketplace Indonesia 2026

Industri skincare Indonesia terus menunjukkan persaingan yang menarik. Banyaknya pilihan produk, meningkatnya minat terhadap perawatan kulit, serta perkembangan belanja online membuat berbagai brand kecantikan berlomba mendapatkan perhatian konsumen. Di tengah persaingan tersebut, sejumlah nama berhasil menempati posisi teratas berdasarkan nilai transaksi di marketplace. Berdasarkan laporan Magpie IQ periode April-Juni 2026, terdapat lima brand yang memimpin [...]

Industri skincare Indonesia terus menunjukkan persaingan yang menarik. Banyaknya pilihan produk, meningkatnya minat terhadap perawatan kulit, serta perkembangan belanja online  membuat berbagai brand  kecantikan berlomba mendapatkan perhatian konsumen. Di tengah persaingan tersebut, sejumlah nama berhasil menempati posisi teratas berdasarkan nilai transaksi di marketplace.

Berdasarkan laporan Magpie IQ periode April-Juni 2026, terdapat lima brand  yang memimpin pasar skincare e-commerce Indonesia, yaitu Glad2Glow, Wardah, Skintific, Skin1004, dan Cetaphil. Data tersebut dihimpun dari aktivitas penjualan di sejumlah platform e-commerce, termasuk Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, dan Lazada.

Menariknya, daftar tersebut memperlihatkan bahwa brand  lokal masih memiliki posisi kuat di tengah persaingan dengan merek internasional. Lantas, siapa saja lima brand skincare terlaris di marketplace Indonesia pada 2026 dan bagaimana gambaran persaingannya?

Brand Skincare Lokal Indonesia yang Nyaris Bangkrut, Kini Memimpin Inovasi Pasar

Gambaran Pasar Skincare Indonesia pada 2026

Sebelum melihat daftar brand terlaris, penting untuk memahami besarnya pasar skincare di Indonesia. Berdasarkan laporan Magpie IQ, nilai transaksi bruto atau Gross Merchandise Value (GMV) kategori skincare di e-commerce Indonesia mencapai sekitar US$238 juta selama April – Juni 2026.

Pada Juni 2026 saja, nilai GMV skincare tercatat sekitar US$77 juta per bulan. Angka tersebut juga menunjukkan pertumbuhan sekitar 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pasar ini memiliki tingkat persaingan yang cukup tinggi. Tercatat sekitar 8.900 brand aktif bersaing dalam kategori skincare yang dipantau. Bahkan, lima brand teratas secara keseluruhan hanya menguasai sekitar 22,1% pangsa pasar. Artinya, masih banyak brand lain yang ikut memperebutkan perhatian konsumen.

Dari sisi kategori produk, facial cleanser menjadi penyumbang GMV terbesar dengan kontribusi sekitar 22%. Berikutnya ada moisturizer sekitar 19%, facial serum 18%, dan sunscreen 17%.

Data tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan perawatan kulit konsumen tidak hanya terpusat pada satu jenis produk. Berbagai kategori skincare memiliki peluang pasar masing-masing.

5 Brand Skincare Terlaris di Marketplace Indonesia 2026

Berikut lima brand skincare dengan pangsa GMV terbesar berdasarkan data Magpie IQ selama April-Juni 2026.

1. Glad2Glow

Glad2Glow menempati posisi pertama dalam daftar brand  skincare dengan pangsa GMV terbesar di marketplace Indonesia. Brand  lokal ini berhasil menarik perhatian konsumen melalui beragam produk perawatan kulit yang menyasar pasar mass market.

Keberhasilan Glad2Glow menunjukkan bahwa brand lokal memiliki peluang besar untuk bersaing di industri kecantikan digital. Kemampuan menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, membangun identitas merek, dan menjangkau pembeli melalui kanal online  menjadi bagian penting dalam persaingan tersebut.

Posisi Glad2Glow juga menarik karena pasar skincare Indonesia masih sangat kompetitif. Ribuan brand  menawarkan produk dalam kategori serupa, sehingga mempertahankan perhatian konsumen membutuhkan strategi yang konsisten.

2. Wardah

Wardah berada di posisi kedua dalam daftar brand  skincare terlaris di marketplace Indonesia. Sebagai brand  kecantikan lokal yang telah lama dikenal masyarakat, Wardah memiliki jangkauan konsumen yang luas.

Salah satu kekuatan brand  ini adalah portofolio produk kecantikan dan perawatan kulit yang beragam. Kehadiran produk di berbagai kanal penjualan juga membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan produk yang dibutuhkan.

Posisi Wardah dalam lima besar memperlihatkan bahwa brand  yang telah memiliki pengenalan kuat di masyarakat tetap mampu bersaing di tengah pertumbuhan brand  skincare baru.

3. Skintific

Di posisi ketiga terdapat Skintific, brand  yang dikenal dengan produk perawatan kulit yang banyak mengangkat pembahasan mengenai skin barrier dan kebutuhan kulit.

Popularitas pembahasan seputar kesehatan skin barrier turut membuat kategori produk seperti moisturizer dan serum semakin mendapat perhatian konsumen. Skintific menjadi salah satu pemain yang berhasil mengambil bagian dalam persaingan tersebut.

Keberadaannya di posisi tiga besar juga memperlihatkan bahwa brand  dengan pendekatan komunikasi produk yang kuat dapat membangun daya tarik tersendiri di pasar skincare online.

4. Skin1004

Skin1004 menempati posisi keempat. Berbeda dari tiga brand  sebelumnya, Skin1004 merupakan brand  asal Korea Selatan yang berhasil mendapatkan tempat di pasar kecantikan Indonesia.

Brand  ini dikenal melalui produk perawatan kulit yang mengangkat kandungan Centella Asiatica sebagai salah satu identitas produknya. Perhatian konsumen terhadap bahan aktif dan kebutuhan kulit tertentu menjadi salah satu konteks menarik dalam perkembangan pasar skincare.

Posisi Skin1004 menunjukkan bahwa brand  internasional tetap memiliki peluang besar di marketplace Indonesia, terutama ketika mampu menawarkan karakteristik produk yang sesuai dengan minat konsumen.

5. Cetaphil

Melengkapi lima besar, terdapat Cetaphil, brand  perawatan kulit yang dikenal dengan pendekatan dermatologis dan produk untuk berbagai kebutuhan kulit.

Cetaphil memiliki posisi tersendiri di pasar skincare karena dikenal luas melalui produk pembersih wajah dan pelembap. Brand  ini juga memperlihatkan bahwa konsumen memiliki beragam pertimbangan ketika memilih skincare, mulai dari harga, kandungan, jenis kulit, hingga kebutuhan perawatan tertentu.

Masuknya Cetaphil dalam lima besar menunjukkan bahwa brand  internasional dengan citra perawatan kulit yang kuat masih mampu bersaing di tengah dominasi sejumlah brand  lokal.

Brand Lokal Masih Mendominasi Persaingan Skincare

Salah satu hal menarik dari daftar tersebut adalah kuatnya posisi brand  lokal. Glad2Glow, Wardah, dan Skintific berhasil menempati tiga posisi teratas, sementara dua posisi lainnya diisi oleh brand  asal Korea Selatan dan brand  internasional.

Temuan ini memperlihatkan bahwa persaingan industri skincare Indonesia semakin terbuka. Brand  lokal tidak hanya bersaing dengan sesama pemain dalam negeri, tetapi juga dengan merek internasional yang sudah memiliki reputasi di pasar kecantikan.

Selain lima besar tersebut, laporan Magpie IQ juga mencatat beberapa brand  lokal lain yang masuk dalam kelompok sepuluh besar, seperti Facetology, Hanasui, dan Scora.

Namun, persaingan pasar skincare tidak hanya ditentukan oleh popularitas merek. Ketersediaan produk, harga, promosi, ulasan konsumen, hingga pengalaman berbelanja turut memengaruhi keputusan pembelian.

Shopee Masih Menjadi Kanal Penjualan Skincare Terbesar

Selain daftar brand  terlaris, distribusi penjualan berdasarkan platform juga memberikan gambaran menarik mengenai kebiasaan belanja konsumen.

Dalam periode April–Juni 2026, Shopee menjadi platform dengan kontribusi GMV skincare terbesar, yaitu sekitar 62%. Berikutnya adalah ekosistem Tokopedia sekitar 27%, TikTok Shop sekitar 10%, sedangkan Lazada dan Blibli memiliki kontribusi gabungan di bawah 2% dalam cakupan data yang dilaporkan.

Besarnya kontribusi Shopee menunjukkan bahwa marketplace masih menjadi kanal penting bagi konsumen untuk mencari dan membeli produk skincare.

Sementara itu, TikTok Shop juga menarik untuk diperhatikan karena menggabungkan aktivitas konten, rekomendasi produk, dan transaksi dalam satu ekosistem. Pola tersebut membuka peluang bagi brand  untuk menjangkau konsumen melalui pendekatan yang lebih interaktif.

Bagi pelaku bisnis kecantikan, kondisi ini menunjukkan pentingnya memahami karakteristik setiap platform. Strategi pemasaran yang berhasil di satu marketplace belum tentu memberikan hasil yang sama di platform lainnya.

Apa yang Bisa Dipelajari Brand  dari Tren Skincare 2026?

Daftar lima brand  terlaris tersebut bukan hanya menunjukkan siapa yang memiliki nilai transaksi terbesar. Ada beberapa hal yang dapat menjadi pembelajaran bagi brand  dan seller yang ingin mengembangkan bisnis di kategori kecantikan.

1. Memahami kebutuhan konsumen

Konsumen memiliki kebutuhan perawatan kulit yang beragam. Ada yang mencari produk pembersih wajah, pelembap, serum, hingga sunscreen. Brand  perlu memahami kebutuhan tersebut sebelum menentukan produk yang akan dikembangkan dan dipasarkan.

2. Memanfaatkan lebih dari satu kanal penjualan

Shopee memang menjadi kontributor terbesar dalam data yang dipantau, tetapi platform lain tetap memiliki potensi untuk menjangkau segmen konsumen berbeda. Mengembangkan kehadiran di beberapa kanal dapat membantu brand  memperluas jangkauan pasar.

3. Menjaga ketersediaan stok

Produk yang diminati konsumen perlu didukung oleh pengelolaan stok yang baik. Ketika permintaan meningkat akibat kampanye promosi atau konten viral, brand  harus memastikan ketersediaan produk tetap terjaga agar peluang penjualan tidak terlewatkan.

4. Mengelola promosi dan distribusi secara konsisten

Persaingan di kategori skincare membuat brand perlu memperhatikan harga, program promosi, pengemasan, hingga kecepatan pengiriman. Pengalaman berbelanja yang baik dapat membantu membangun kepercayaan dan mendorong pembelian ulang.

Kesimpulan

Lima brand  skincare terlaris di marketplace Indonesia pada periode April–Juni 2026 adalah Glad2Glow, Wardah, Skintific, Skin1004, dan Cetaphil. Berdasarkan data Magpie IQ, tiga posisi teratas ditempati brand  lokal, sementara dua lainnya berasal dari pasar internasional.

Persaingan ini memperlihatkan bahwa industri skincare Indonesia memiliki peluang yang luas, tetapi juga menuntut brand  untuk terus memahami perubahan kebutuhan konsumen dan perilaku belanja online.

Bagi brand  yang ingin berkembang di industri kecantikan, memiliki produk berkualitas saja belum cukup. Pengelolaan marketplace, ketersediaan stok, distribusi, hingga strategi pemasaran perlu berjalan secara terintegrasi.

Di sinilah pengelolaan operasional e-commerce menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis. Bersama Rbiz, brand  dapat mengoptimalkan pengelolaan marketplace, fulfillment, distribusi, dan kebutuhan operasional lainnya agar dapat lebih fokus mengembangkan bisnis.